Ridho Fauzi, CEO Lima Pilar Properti: Saat Properti Lesu, Ia Closing Rp4,8 M dalam 3 Hari di Eirene Livin

Sore di Tlogomas, Bedah Strategi Closing Rp4,8 Miliar dalam 3 Hari: Rahasia Lima Pilar Properti

📌 Sebelum lanjut, ini yang perlu kamu tahu:

Di tengah pasar properti yang lesu, Nur Ridho Fauzi (CEO Lima Pilar Properti) membuktikan closing Rp4,8 Milyar hanya 3 hari di proyek kost Eirene Livin. Bukan kebetulan, melainkan sistem: SHM + komunal parkir + strategi digital presisi. Kami bedah dari balik layar, plus simulasi ROI dan rekomendasi 5 kawasan Ring 1 UB terpanas. Jangan lewatkan percakapan eksklusif di apartemen Begawan.

⚡ Closing 72 jam 📈 ROI hingga 12% 🏆 SHM legalitas aman 📱 SEO + digital marketing

Sore itu, suasana di kawasan Tlogomas terasa cukup teduh. Kami bergerak menuju sisi barat kota, tepatnya ke arah Apartemen Begawan. Ada sebuah janji temu yang cukup menarik kali ini. Kami tidak sedang mencari sekadar berita, tapi ingin membedah sebuah cerita dari balik layar industri properti yang sedang hangat diperbincangkan.

 

Langkah kami terhenti di sebuah kafe yang berada di lantai dua Apartemen Begawan. Suaranya riuh rendah dengan bunyi mesin kopi dan obrolan tipis di meja-meja sudut. Dari kejauhan, sosok yang kami cari sudah terlihat—tampak santai dengan segelas kopi di tangannya, namun tetap memancarkan aura profesional yang kuat.

 

Ia adalah Nur Ridho Fauzi, CEO Lima Pilar Properti. Sore itu ia tidak sendiri; ia ditemani tim content creator dan digital marketing-nya yang sedang sibuk berdiskusi. Ridho tersenyum dan mempersilakan kami duduk. Pertemuan ini terasa lebih seperti obrolan kawan lama daripada sebuah sesi wawancara formal.

 

"Mau kopi apa, Sam? Espresso?" tawar Ridho membuka percakapan. Ia seolah sudah paham betul, karena bagi tim malangkota.com, obrolan belum sah jika belum ditemani kopi dan selipan Surya 12.

Setelah espresso tersaji dan obrolan tipis mulai mencairkan suasana, kami langsung menuju poin utama. Belakangan ini, nama Mas Ridho sedang menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan agen marketing properti di Malang. Kabarnya, ia berhasil mencatatkan closing di proyek Eirene Livin untuk tipe 21 kamar senilai Rp4,8 miliar hanya dalam waktu tiga hari saat masa pre-launching.

"Strateginya apa, Mas Ridho?" tanya kami penasaran.

 

Ridho hanya tersenyum tipis. Ia tidak membantah, tapi juga tidak ingin terlihat jemawa. Bagi kami, angka itu bukan sekadar soal nilai uang, tapi soal bagaimana proses di belakangnya bisa berjalan secepat itu di tengah pasar properti yang seringkali disebut sedang melambat.

"Banyak yang penasaran kok bisa secepat itu. Padahal rahasianya bukan di keberuntungan, tapi pada persiapan, produk yang punya value kuat, dan strategi yang presisi," ujarnya tenang.

 

CEO Lima Pilar Properti, Nur Ridho Fauzi, wawancara eksklusif di Begawan
CEO Lima Pilar Properti, Nur Ridho Fauzi, bersama tim content & digital marketing — suasana wawancara eksklusif di Begawan. | © Malangkota.com

Sambil menyesap kopinya, Ridho membeberkan mengapa Eirene Livin begitu mudah memikat investor kelas kakap. Lokasi di Ring 1 Malang memang magnet utama, tapi menurut Ridho, investor hari ini jauh lebih kritis. Mereka butuh kepastian hukum dan rekam jejak.

 

"Eirene Livin ini unik. Biasanya urusan legalitas hunian kost itu menantang, tapi di sini statusnya sudah SHM (Sertifikat Hak Milik). Ini poin yang sangat krusial untuk keamanan investasi," jelasnya.

Kepercayaan itu semakin kokoh karena sosok di balik layarnya adalah pengembang yang sudah "kenyang" pengalaman lebih dari 20 tahun. Ridho menyebut nama Pak Margo Mulyo (CEO Tidar Property Group) dan Pak Axel (GM Tidar Property Group) sebagai sosok senior yang kredibilitasnya sudah teruji lewat proyek-proyek ikonik seperti kawasan Tidar dan Puncak Dieng.

 

Ridho juga membawa solusi untuk masalah klasik bisnis kost: parkir. "Biasanya kost cluster itu parkirnya semrawut. Di Eirene Livin, kita pakai konsep communal parking. Area tetap rapi, estetik, dan privasi penghuni tetap terjaga," tambahnya. Bahkan untuk urusan operasional, mereka sudah menggandeng Brawijaya Multi Usaha (BMU) untuk mengelola kos-kosannya. Jadi, investor benar-benar terima beres.

 

 Strategi Digital sebagai Mesin Utama

 

Proyek kost Eirene Livin - konsep modern dengan SHM dan communal parking
Moment bersama User Rukost 21 Kamar  Eirene Livin — kost premium di Ring 1 UB | © Malangkota.com

Kembali ke soal "Closing 3 Hari", Ridho melirik ke arah tim kreatifnya. Ia sadar betul bahwa di era sekarang, cara-cara konvensional sudah harus bertransformasi. Itulah mengapa ia berinvestasi besar pada tim yang ahli di bidang SEO dan Social Media Expertise.

 

"Kami tidak cuma sebar brosur. Kami mainkan data. Lewat SEO dan iklan digital yang tertarget, informasi Eirene Livin ini muncul tepat di depan layar orang-orang yang memang punya kapasitas dan niat untuk investasi. Kami mempertemukan produk yang tepat dengan pembeli yang tepat di waktu yang akurat," tegasnya.

“Tugas kami cuma ikhtiar maksimal — memastikan legalitas aman, kualitas bangunan oke, dan servis ke klien itu jujur. Hasil akhirnya? Itu wilayah Tuhan.”

Tetap Membumi di Jalur Spiritual

Meski permainannya sangat digital dan teknis, Ridho tetaplah sosok yang religius. Ia menekankan bahwa dalam setiap transaksi, ada nilai-nilai spiritual yang tidak boleh hilang. Baginya, Lima Pilar Properti bukan sekadar agensi, tapi sebuah sistem yang dijalankan dengan integritas dan rasa tawakkal.

 

"Tugas kami cuma ikhtiar maksimal—memastikan legalitas aman, kualitas bangunan oke, dan servis ke klien itu jujur. Hasil akhirnya? Itu wilayah Tuhan," ungkapnya dengan nada rendah hati.

Keberhasilan di Eirene Livin bukanlah kebetulan semata, melainkan muara dari konsistensi Ridho dalam mengawal berbagai aset prestisius. Bersama timnya di Lima Pilar Properti, Ridho telah membangun portofolio yang solid, mulai dari hunian bergaya resort hingga hunian produktif.

Sebut saja PP properti dengan projek Begawan apartemen, The Village Resort Batu, The Samaya, Green Amalia, hingga konsep hunian kost modern Javas Kost. Deretan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa tangan dingin Ridho dan timnya mampu mengemas setiap karakteristik properti menjadi instrumen investasi yang bernilai tinggi di mata pasar.

 

Marketing adalah Seni yang Everlasting

 

Sebelum kami beranjak, Ridho sempat menitipkan pesan bagi anak-anak muda yang baru ingin terjun ke dunia marketing. Baginya, dunia pemasaran adalah bidang yang tidak akan pernah mati dimakan zaman, namun ia menuntut adaptasi yang tiada henti.

 

"Dunia marketing itu everlasting. Selama manusia masih punya kebutuhan, marketing akan selalu ada. Tapi ingat, jangan cuma jago jualan, tapi jago membangun sistem dan kepercayaan," pesan Ridho.

Ia menekankan bahwa semangat juang tidak boleh luntur hanya karena satu-dua kegagalan. Di tengah gempuran teknologi, kreativitas dan integritas tetap menjadi kompas utama. "Jangan takut mulai dari kecil. Yang penting konsisten melangkah. Teknologi bisa kita pelajari, tapi semangat dan kejujuran itu yang membangun nama kita di masa depan."

 

Sore di lantai dua Begawan itu sebenarnya sudah memberikan kesimpulan yang cukup bagi kami: bahwa Ridho tidak hanya menjual properti, ia menjual sistem dan kepercayaan. Ia membuktikan bahwa dengan produk yang kuat, tim yang solid, dan strategi digital yang tajam, angka miliaran rupiah bisa berpindah tangan dalam hitungan hari.

 

Namun, ketika espresso di cangkir mulai mendingin, kami tidak langsung bergegas pergi. Obrolan justru meluas ke hal-hal di luar urusan angka dan target, mulai dari perkembangan perumahan kota Malang, hobi, hingga diskusi ringan tentang tren rumah kos yang kian menjamur hingga tak terasa sisa Surya 12 di asbak.

 

Rasanya masih banyak yang bisa dikulik dari sosok bersahaja ini, namun waktu jualah yang memaksa kami untuk perlahan merapikan peralatan. Kami berpamitan saat langit Malang mulai berubah jingga. Ridho kembali bergabung dengan timnya, tampak kembali serius meramu strategi untuk langkah berikutnya di depan layar laptop.

 

Di tengah padatnya persaingan properti Malang, pria ini telah membuktikan satu hal, bahwa cara kerja yang tenang, terukur, dan tetap menghargai sebuah pertemuan santai, selalu punya tempat tersendiri di puncak. Kami melangkah pergi, meninggalkan riuh rendah kafe itu dengan sebuah cerita sukses yang baru saja kami bedah dari sudut pandang yang berbeda.

 

Ditulis oleh: Tim Malangkota

 
© 2026 Malangkota.com — Editorial Properti | Wawancara eksklusif bersama Nur Ridho Fauzi, CEO Lima Pilar Properti. Seluruh narasi disajikan utuh untuk perspektif investasi properti modern.

Press ESC to close