Mengenal Yunanto Adi Prakoso, Sosok di Balik Brosur Perumahan Bukit Indah Permai Malang

Malangkota – Duduk di balik meja kantor pemasaran Bukit Indah Permai , Yunan tampak tenang dan ramah menyambut setiap tamu yang datang. Namun siapa sangka, perjalanan pria ini di dunia properti tidak dimulai dari jaringan pertemanan atau warisan profesi, melainkan dari sebuah iklan lowongan kerja di internet.

“Saat itu saya masih di dunia otomotif. Lihat lowongan marketing properti di JobStreet, langsung tertarik. Rasanya ini dunia baru yang ingin saya jelajahi,” ungkapnya saat diwawancarai tim redaksi Malangkota.com.

Tahun itu 2015. Tanpa pengalaman, tanpa mentor, Yunan memberanikan diri masuk ke industri yang sama sekali belum ia kenal. Kini, hampir satu dekade kemudian, namanya dikenal luas sebagai salah satu ujung tombak pemasaran Bukit Indah Permai—sebuah kawasan hunian berkembang di wilayah timur Kota Malang.

Belajar dari Nol, Tumbuh Lewat Lapangan

Perjalanan Yunan di industri properti bukan tanpa tantangan. Ia mengaku banyak belajar langsung dari lapangan—mengamati kebutuhan konsumen, memahami legalitas, hingga menguasai strategi komunikasi yang tepat. Semua ia tempa dari pengalaman sehari-hari.

“Awal-awal ya harus belajar cepat. Dulu belum banyak tahu soal istilah kavling, AJB, SHM, KPR. Tapi semakin sering ketemu konsumen, semakin paham ritmenya,” jelas Yunan.

Di kantor pemasaran Bukit Indah Permai, ia bukan hanya seorang marketing. Ia juga menjadi pendengar, konsultan informal, bahkan teman diskusi bagi banyak calon pembeli. Pendekatan inilah yang membuatnya dipercaya dan disukai oleh konsumen.

Peka Terhadap Zaman, Aktif di Media Sosial

Yunan memahami bahwa cara orang membeli rumah telah berubah. Ia tidak hanya mengandalkan brosur atau pameran, tapi juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai saluran komunikasi dua arah.

Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi kanal utama yang ia kelola secara mandiri. Di akun @malanglands.id dan @samyunan, ia membagikan konten seputar properti, tips pembelian rumah, hingga menjawab pertanyaan publik secara terbuka.

“Online itu memang lebih cepat ketemu buyer potensial. Tapi offline juga penting. Saya tetap jaga relasi, tetap silaturahmi. Menyesuaikan saja,” ujarnya.

Suka Duka di Balik Dunia Properti

Meski terlihat mudah di permukaan, profesi marketing properti punya ritme yang naik turun. Yunan membagikan kisah suka dukanya kepada tim Malangkota.com.

“Paling bahagia itu saat closing. Apalagi kalau yang beli itu pasangan muda, pembeli pertama. Senangnya ikut kebawa. Kita merasa ikut nyiapin langkah baru mereka,” katanya.

Namun, tak semua hari berakhir manis. Target bulanan yang belum tercapai, klien yang tiba-tiba batal, atau bonus yang meleset jadi cerita nyata di balik layar.

“Dukanya ya kalau belum closing di akhir bulan. Bonus nggak dapat, kadang jadi mikir keras. Tapi ya itu bagian dari proses. Besok harus tetap semangat lagi,” ungkapnya.

Dipercaya Konsumen, Dihargai Tim

Salah satu hal yang menjadi kekuatan Yunan adalah pendekatan yang jujur dan sabar. Alex, salah satu konsumen yang pernah ia bantu membeli rumah di Bukit Indah Permai, mengaku puas dengan pendampingan Yunan sejak awal proses.

“Mas Yunan itu sabar, komunikatif, dan nggak memaksa. Saya waktu itu sempat ragu, banyak tanya. Tapi dia tetap tenang, bantu jelaskan semua. Saya merasa dibantu, bukan dijualin,” ujar Alex saat dihubungi secara terpisah.

Reputasi seperti ini tak dibangun dalam semalam. Dari konsistensi, empati, dan komunikasi yang baik, Yunan perlahan menjadi sosok yang dipercaya—baik oleh konsumen maupun oleh tim pengembang.

Yunan saat mendampingi klien di pameran:

Tetap Dekat Lewat Ragam Kanal Digital

Di tengah arus informasi dan perubahan perilaku konsumen, Yunan tetap menjaga keterhubungan. Ia aktif membagikan informasi dan edukasi seputar hunian melalui berbagai platform digital—dari media sosial hingga kanal video.

Pendekatannya membumi. Gaya komunikasinya sederhana, mudah dipahami, dan cenderung dialogis. Tak heran jika banyak calon pembeli merasa nyaman berinteraksi dengannya—baik secara daring maupun saat bertemu langsung di lapangan.

Kontak & Media Sosial Yunan:

Baca Juga

Darsono, Manager Marketing CitraGarden Malang: Strategi Optimistis Bangkitkan Timur Kota
Bagaimana kawasan Kedungkandang bangkit lewat kolaborasi pengembang dan wisata keluarga? Darsono mengungkap strategi promosi CitraGarden dan peran Farmtopia dalam mengubah wajah Malang Timur.

Press ESC to close